Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahluk Misterius Pemburu Jantung Perawan

Kamis, 24 September 2020 | September 24, 2020 WIB Last Updated 2021-12-22T04:54:24Z
Oleh : Setiawan Jump · "Jagal Kala ( Mahluk Misterius Pemburu Jantung Perawan )" Story fiksi : @W. Setiawan ( Author kemana Airin Pergi? ) 18+ [ tidak dianjurkan untuk anak-anak karena isi ceritanya mengandung unsur kekerasan yang keji. Mohon ditanggapi dengan bijak ] ******** Jenazah seorang gadis bernama Lisa ditemukan terlentang dengan kondisi yang tragis tanpa busana di dalam hutan terlarang. Di tempat Lain sebuah jenazah yang sama Ditemukan tersangkut dengan kepala hendak terputus pada sebuah pohon besar di hutan terlarang beserta alat kemaluan nya yang robek. Ternyata tak hanya sampai disitu kembali lagi warga menemukan jenazah seorang wanita muda tanpa busana ditemukan di lereng gunung hutan terlarang. Dengan kondisi dada yang robek dan organ bagian dalam nya ( jantung ) hilang dari tempat nya. Apa sebenarnya yang terjadi?. Hal itu menarik minat saya untuk mengunjungi desa tersebut. Sebuah desa yang terletak dibagian utara kota x kini menjadi incaran saya, saya mendengar beberapa headline di media dan surat kabar yang secara garis besar menyatakan bahwa telah terjadi pembunuhan masal dengan kriteria yang sama pada setiap korbannya. Pembunuhan masal tersebut bahkan sempat viral di beberapa situs jejaring sosial . awalnya saya ngeri untuk membacanya dikarena sebuah keterangan yang menuliskan bahwa pada setiap korban yang dibunuhnya organ dalam korban tersebut dinyatakan hilang dari tempatnya. Mahluk biadab macam apa ini?. Apakah ini ada hubungan nya juga dengan sistem perdagangan organ dalam yang saat ini sedang marak di negeri ini?. Siang itu saya berangkat dengan menggunakan motor yang selama ini setia menjadi teman berkelana saya ke berbagai belahan kota di negeri ini. Saya bukan seorang jurnalis, bukan pula wartawan atau youtubers. Saya hanya seorang netizen yang sangat senang sekali dengan hal-hal berbau misterius. Karena bagi saya pribadi mendengar dan mengungkap kebenaran ceritanya adalah hal yang sangat menyenangkan untuk ditulis kembali pada sebuah catatan, yang hanya saya seorang yang membacanya. Menyusuri jalanan kota disaat cuaca panas mulai dicurahkan matahari memang terkadang menjadi salah satu faktor pemicu saya saat ini. Saya senang dengan petualangan, saya senang dengan misteri dan saya senang dengan exspedisi mitologi. Bagi saya mengungkap setiap mitosnya adalah hal yang menarik. Sempat terjadi kecelakaan saat itu, dimana dijalan yang saat ini saya tengah lalui. Sebuah motor bebek yang dikendari 2 orang pemuda dengan berboncengan. dihantam keras dari arah depan oleh sebuah truk kontainer pengakut pasir. Jelas saja kedua pemuda tersebut tidak bisa di selamatkan nyawa nya. Meninggal ditempat. Dengan kondisi kepala yang remuk tak berbentuk, darah merah mengalir kental di atas aspal jalanan siang ini. Menurut desas-desus seorang warga yang saat ini tengah berkumpul pengendara truk tersebut tidak bisa mengendalikan mobilnya disaat secara mendadak mobil yang dikendarai olehnya blong. Hingga tidak bisa dipungkiri ketika si supir hendak mengarahkan mobilnya kearah kiri dari arah berlawanan sebuah motor bebek yang hendak parkir dihantam oleh nya. Kondisi motor bebek tersebut pun nampak ringsek tak berbentuk lagi. Di samping jalan. Hamparan sawah yang luas mulai terlihat kini setelah dua jam lamanya saya mengendarai motor tanpa berhenti. Tempat ini begitu sejuk bahkan tak ada tanda-tanda yang menegaskan bahwa telah terjadi pembunuhan masal yang misterius disini. Semua terlihat santai menyenangkan dan panorama alamnya begitu memanjakan mata. Salah seorang warga sempat saya sambangi di desa ini, ketika saya hendak menanyakan dimanakah rumah "kesepuhan" desa tersebut ia menatap saya dengan sedikit heran. Sebelum akhirnya ujung jarinya menunjuk lurus kearah gunung yang saat ini tengah berada cukup jauh di depanku. Ternyata masih jauh begitulah saya bergumam dalam hati sekarang. Setelah saya berpamit pergi pada sibapak penunjuk jalan tersebut. Jalanan sudah tak rata lagi, kali ini saya mulai melewati jalan yang terjal dengan kondisi bebatuan nya tercecer ditengah-tengah jalan. Beruntunglah si jagur ( motor saya ) masih fit hingga seperti apapun jalannya pasti ia jelajahi. Rindangnya pohon-pohon bambu mulai menghias teduh di sepanjang jalan. Hamparan sawah yang tak tadi terlihat kini tak lagi ada, berganti dengan rindang nya pohon bambu yang berjejer rapih di sepanjang jalan. Bau bangkai begitulah yang saat ini tercium. Ketika saya memutuskan untuk berhenti sejenak, berteduh dibawah rindangnya pohon bambu. Dengan sekedar membuka air mineral, menyalakan sebatang rokok keretek lalu terduduk santai diatas motor. Tapi sayang bau itu begitu menyengat hidung. Setelah saya telusuri ternyata tepat dibawah pohon bambu tersebut seekor kucing hitam yang tengah tergeletak nampak dikerumuni lalat hijau begitu banyak nya . rupanya dari sanalah bau bangkai itu berasal. Saya bukan tak berani menguburkannya namun dilihat dari kondisi bangkai tersebut sudah cukup untuk membuat saya mual. Bangkai kucing hitam dengan rongga mata yang sudah bolong serta jeroan yang keluar dari balik lubang anus nya, tengah di kerumuni ria oleh lalat !. Kembali saya bertanya tentang alamat rumah kesepuhan desa tersebut pada salaseorang warga yang hendak pulang dari ladang. Ternyata kali ini letak rumah tersebut tidak jauh lagi, usai saya mendaki gunung sebrangi lembah, hanya beberapa meter dari tempat saya berdiri disanalah rumah kesepuhan tersebut berada. Tatakrama yang ramah dai warga desa memang terkadang saya menjadi malu sendiri dibuatnya . ************ Punten !. Begitulah sapaan saya pertama kali ketika sampai pada sebuah rumah bilik yang sangat begitu bersih dan nyaman untuk dipandang. Rumah tersebut dikhiasi dengan pot-pot daun bawang, yang tertanam rapih tiap-tiap penjuru Tak ada seseorang yang menyahut sapaan saya, hingga akirnya sepuluh menit kemudian dari arah yang berlawanan seorang bapak-bapak yang memikul cangkul mulai datang menghampiri. Ia kemudian menanyakan alamat dan tujuanku. Hingga aku menjawab dengan sejujur-jujurnya. dan kami saling berdialog hangat satu sama sama lain saat ini. Jagal kala begitulah bapak tersebut berkata, jagal kala adalah mahluk misterius pemburu jantung perawan. dan merupakan sebuah mahluk yang dipercayai warga sekitar sebagai teror kematian untuk para gadis muda. Sebenarnya sudah lama kejadian itu terjadi namun yang terexsposes oleh berita hanyalah kejadian kemarin. Sisanya mereka tidak tahu kalau sebenarnya ada yang lebih kejam dari pembunuhan yang kemarin terjadi. Seperti satu tahun lalu saat seorang warga bernama pak usman yang pertama kali menemukan jagal kala. Jagal kala itu sebuah mahluk seperti kelelawar raksasa besar bertubuh manusia dengan biji mata yang berwarna putih terbalik serta rambut jabrig yang menutupi kepala hingga bahunya. Sebenarnya kata jagal kala itu sendiri hanya warga saja yang menamainya selebih nya saya tidak tahu menahu apa nama mahluk tersebut sebenarnya. Jagal = pembunuh, Kala = waktu. Begitulah warga sekitar menyebutnya. Secangkir kopi hangat ia berikan padaku sebelum pada akhirnya ia hendak meneruskan cerita itu kembali. Sedangkan aku terduduk dihadapannya dengan sebuah buku lengkap beserta ballpoint nya. Sibuk mencerna dan menuliskan tiap bait demi bait ucapannya. Satu tahun lalu salah seorang warga tanpa sengaja menemukan jagal kala yang tengah melintas diatas hutan terlarang. Sayapnya menutupi hampir seperempat rindangnya pohon bahkan cahaya senja yang tengah bersinar dibalik pohon tersebut ditutupi oleh sayapnya saat itu. Jagal kala itu mahluk kelelawar raksasa bertubuh manusia dengan tinggi kurang lebih 5 meter. Ia tidak memiliki telinga namun ujung-ujung kuku tangan nya yang tajam tersembunyi rapih dibalik sayapnya. Kuku-kuku tajam tersebut berguna untuk mengoyak tubuh korban nya sebelum pada akhirnya bagian dalam sejenis jantung dari korban nya ia ambil dan di tempat lain ia memakan nya sebagai salah satu syarat perjanjian ghaib dengan iblis. Karena jagal kala itu sendiri adalah orang yang dulunya memiliki hitam lalu meninggal tak wajar. Iblis mengkhendaki ia hidup kembali namun dengan syarat yang demikian. Ia harus memakan jantung gadis yang masih perawan untuk memperpanjang usianya. ............... Kejadian yang paling mengharukan sempat terjadi di desa ini. Tutur pak sepuh dengan sedikit terbatuk saat ini. Dan kejadian tersebut percis sekali menimpa putri bapak lastri namanya. Saat itu di desa ini tengah ramai beredar rumor akan kehadiran jagal kala tersebut awal nya bapak tak percaya sebelum pada akhirnya ternyata kejadian tersebut menimpa anak bapak sendiri. Anak bapak yang bernama Lastri dibawa oleh jagal kala, dimana esok harinya ia akan menikah !. Saat itu Bapak dan warga disini sempat mengejarnya sebelum pada akhirnya jagal kala tersebut lenyap dibalik hutan terlarang di seberang desa. Bapak dan warga sekitar menemukan kembali jasad Lastri dibawah sebuah pohon besar di kawasan hutan terlarang dengan kondisi dada yang robek menganga serta lidah yang keluar dan alat kemaluan nya yang sudah rusak . Pak sepuh tersebut mulai terdengar tak kuasa lagi meneruskan ceritanya. Jagal kala bersembunyi dibalik hutan terlarang, tak ada seorangpun yang tahu dimana persis keberadaan nya. Yang pastinya jagal kala sudah menjadi teror didesa kami. Sehingga banyak warga desa sekitar yang menikah di usaia muda.demi untuk menghindari teror jagal kala tersebut. Karena jagal kala hanya mengincar jantung mereka, gadis perawan dan mempersetubuhinya dibalik sana dibalik hutan terlarang yang menjadi sarang menakutkan bagi warga sekitar. Gerimis mulai turun saat ini, pak sepuh pun berkata. Salah satu waktu yang paling disukai jagal kala untuk memburu korban nya adalah sore hari di balik gerimis. [ TAMAT ]


×
Berita Terbaru Update